JAMBI SMART – Polemik terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai Yaman memicu respons dari sejumlah tokoh nasional dan menjadi perhatian publik di ruang komunikasi politik nasional.
Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional sekaligus Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, angkat bicara menanggapi kritik yang sebelumnya disampaikan Rizieq Shihab.
Dudung merespons tudingan yang menyebut dirinya sebagai “Jenderal Baliho” dan dianggap memengaruhi gaya komunikasi Presiden, khususnya terkait pernyataan mengenai Yaman.
Menurut Dudung, kritik tersebut tidak perlu ditanggapi secara berlebihan.
“Tidak usah didengerin,” ujar Dudung singkat menanggapi pernyataan tersebut.
Sebelumnya, Rizieq melalui kanal YouTube miliknya menyoroti pidato Presiden Prabowo yang menyinggung Yaman saat merespons narasi “Indonesia gelap” serta isu warga yang ingin meninggalkan Indonesia.
Dalam pandangannya, Rizieq menduga terdapat pihak tertentu di lingkaran Istana yang memengaruhi arah komunikasi Presiden kepada publik.
Menanggapi hal itu, Dudung menegaskan bahwa Presiden memiliki kapasitas penuh dalam menyampaikan pandangan, sikap, dan arah komunikasinya sendiri tanpa intervensi pihak lain.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh opini-opini yang belum tentu memiliki dasar yang kuat dan objektif.
Polemik tersebut menambah dinamika komunikasi politik nasional yang belakangan menjadi perhatian masyarakat, terutama di tengah meningkatnya sensitivitas publik terhadap pernyataan elite politik dan pejabat negara.
Di sisi lain, sejumlah pengamat menilai perbedaan pandangan dalam ruang demokrasi merupakan hal yang wajar selama disampaikan secara proporsional dan tetap menjaga stabilitas sosial serta persatuan nasional.
