JAMBI SMART – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti pentingnya ketahanan energi sebagai isu strategis kawasan dalam pidatonya pada KTT Khusus BIMP-EAGA yang menjadi bagian dari rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Kamis (7/5/2026).
Di tengah meningkatnya tekanan global dan dinamika geopolitik dunia, Presiden Prabowo menegaskan bahwa ketahanan energi kini bukan lagi sekadar agenda jangka panjang, melainkan kebutuhan mendesak yang harus segera direspons bersama oleh negara-negara ASEAN dan kawasan regional lainnya.
Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo mendorong penguatan kerja sama lintas negara guna mempercepat transisi energi bersih sekaligus memperkuat stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat kawasan.
Salah satu langkah konkret yang disoroti adalah optimalisasi potensi energi terbarukan di kawasan Asia Tenggara. Presiden menilai pengembangan tenaga air di wilayah Borneo, perluasan proyek energi surya di Palawan, hingga pemanfaatan energi angin di kawasan pesisir memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan energi regional.
Indonesia sendiri, lanjut Presiden Prabowo, terus mempercepat pengembangan energi surya nasional dengan target ambisius mencapai 100 gigawatt (GW) sebagai bagian dari strategi besar menuju energi bersih dan pengurangan ketergantungan terhadap energi fosil.
Selain itu, Presiden juga menekankan pentingnya penguatan konektivitas dan jaringan listrik antarwilayah melalui peningkatan kapasitas Trans Borneo Power Grid guna menciptakan distribusi energi yang lebih efisien, stabil, dan terintegrasi di kawasan.
Menurut Presiden, transisi energi tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan pembiayaan yang kuat, transfer teknologi, mobilisasi keahlian teknis, serta kemitraan strategis antara negara-negara ASEAN dan para mitra pembangunan regional.
Tak hanya soal energi, Presiden Prabowo turut menegaskan bahwa ketahanan pangan menjadi pilar fundamental dalam menjaga stabilitas sosial dan kesejahteraan masyarakat di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Dari Cebu, Presiden Prabowo menyampaikan pesan bahwa masa depan ASEAN tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga oleh kemampuan kawasan menjaga ketahanan energi, ketahanan pangan, dan stabilitas masyarakat secara berkelanjutan.
Pernyataan tersebut sekaligus mempertegas komitmen Indonesia untuk memainkan peran strategis dalam mendorong transformasi energi hijau dan memperkuat kolaborasi regional di tengah perubahan geopolitik dunia yang terus berkembang.
