JAMBI SMART — Proyek irigasi gantung bernilai Rp97,8 miliar di Desa Bandar Anom, Kabupaten Mesuji menuai sorotan tajam dari masyarakat setelah kondisi bangunan disebut mengalami kerusakan meski belum lama dibangun.
Sorotan publik menguat usai video yang diunggah warga bernama Andi Prabowo viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat sejumlah bagian konstruksi mengalami kerusakan, mulai dari lubang pada struktur bangunan hingga bagian besi penyangga yang tampak berkarat.
Warga mempertanyakan kualitas pengerjaan proyek yang menelan anggaran hampir Rp100 miliar tersebut. Pasalnya, proyek irigasi yang diharapkan mampu mendukung kebutuhan pertanian masyarakat justru dinilai belum memberikan manfaat optimal bagi para petani di wilayah setempat.
“Lubang terlihat di beberapa bagian bangunan dan kondisi struktur menjadi perhatian masyarakat. Harapan petani tentu proyek ini benar-benar dapat berfungsi maksimal,” ujar salah seorang warga dalam narasi yang beredar di media sosial.
Munculnya kondisi tersebut memicu desakan publik agar dilakukan audit menyeluruh terhadap proyek, baik dari sisi kualitas pekerjaan, pengawasan teknis, maupun penggunaan anggaran negara.
Sejumlah masyarakat meminta pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum dan instansi pengawasan, turun langsung melakukan pemeriksaan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian, kesalahan teknis, maupun potensi pelanggaran dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Selain itu, masyarakat juga menyoroti pentingnya transparansi dari pihak pelaksana proyek agar publik mendapatkan penjelasan yang utuh terkait kondisi bangunan dan progres manfaat irigasi bagi sektor pertanian di Mesuji.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait mengenai penyebab kerusakan yang menjadi perhatian publik tersebut.
Kasus ini kembali menjadi pengingat penting bahwa setiap proyek infrastruktur yang menggunakan uang negara harus mengedepankan kualitas, pengawasan ketat, serta akuntabilitas demi memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
