JAMBI SMART – Suasana Ramadan tahun 2019 di Ketapang mendadak berubah duka setelah terungkap kasus tragis yang menewaskan Heni Darsita, seorang tokoh masyarakat yang dikenal luas di lingkungannya.
Peristiwa memilukan itu terjadi di Kompleks Perumahan Praja Nirmala, Ketapang, dan sempat menyita perhatian publik di Kalimantan Barat karena latar belakang konflik rumah tangga yang disebut telah berlangsung cukup lama.
Menurut keterangan yang terungkap dalam proses penyelidikan dan persidangan, hubungan rumah tangga antara Heni Darsita dan suaminya, Imam Kunarso, disebut kerap diwarnai pertengkaran serta ketegangan emosional.
Konflik yang terus menumpuk tanpa penyelesaian akhirnya mencapai puncaknya pada malam 15 Mei 2019.
Dalam persidangan, Imam mengaku pertengkaran malam itu berujung pada aksi kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia di kamar mandi rumah mereka akibat luka berat di bagian kepala dan wajah.
Setelah kejadian tersebut, tersangka meninggalkan lokasi menggunakan mobil milik korban sebelum akhirnya menjadi buronan aparat kepolisian.
Keesokan harinya, keluarga korban mulai curiga karena korban tidak merespons panggilan sejak waktu sahur. Setelah pintu rumah didobrak, korban ditemukan telah meninggal dunia di dalam kamar mandi.
Kasus itu langsung ditangani aparat Kepolisian Negara Republik Indonesia dan memicu perhatian luas masyarakat.
Kurang dari 24 jam setelah penemuan jasad korban, tim gabungan kepolisian berhasil menangkap Imam Kunarso di wilayah Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, setelah sempat melakukan pelarian.
Dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Ketapang, majelis hakim menilai tindakan terdakwa sebagai tindak pidana berat yang menghilangkan nyawa seseorang.
Majelis hakim akhirnya menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Imam Kunarso.
Kasus tragis ini menjadi pengingat bahwa konflik rumah tangga yang terus dipendam tanpa penyelesaian dapat berkembang menjadi kekerasan fatal.
Pentingnya komunikasi sehat, pengendalian emosi, serta mencari bantuan ketika konflik mulai tidak terkendali menjadi pelajaran penting dari tragedi yang mengguncang masyarakat Ketapang tersebut.
