JAMBI SMART — Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung misi perdamaian dunia di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan resmi antara jajaran Mabes TNI dengan pejabat tinggi PBB di Jakarta.
Asisten Kebijakan Strategis dan Perencanaan Umum (Asrenum) Panglima TNI Letjen TNI Candra Wijaya mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menerima kunjungan kehormatan (Courtesy Call) Under Secretary General for Peace Operations PBB Jean-Pierre Lacroix di Kantor Subden Mabes TNI, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2026).
Pertemuan tersebut membahas berbagai aspek kerja sama Indonesia dengan PBB dalam operasi pemeliharaan perdamaian dunia, termasuk penguatan diplomasi militer, perlindungan personel penjaga perdamaian (peacekeepers), hingga tantangan keamanan di wilayah konflik internasional.
Dalam kesempatan itu, Letjen TNI Candra Wijaya menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan PBB terhadap personel TNI yang menjalankan misi perdamaian di berbagai negara. Ia juga menyampaikan penghormatan atas solidaritas internasional terkait gugurnya prajurit TNI dalam penugasan misi perdamaian beberapa waktu lalu.
“TNI menegaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia merupakan amanat konstitusi sekaligus bagian dari politik luar negeri bebas aktif Indonesia,” demikian penegasan dalam pertemuan tersebut.
Kunjungan Jean-Pierre Lacroix dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan strategis antara Indonesia dan PBB, khususnya karena Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu negara penyumbang pasukan perdamaian terbesar di dunia (troop contributor country).
Selain itu, pertemuan juga menyoroti pentingnya keselamatan dan keamanan personel penjaga perdamaian di tengah meningkatnya dinamika konflik global yang semakin kompleks, termasuk di kawasan Timur Tengah dan Afrika.
Kunjungan kehormatan ini juga disebut sebagai bagian dari langkah confidence building measure (CBM) antara PBB dan Indonesia pasca insiden gugurnya personel TNI dalam misi pemeliharaan perdamaian di Lebanon.
Melalui diplomasi militer yang terus diperkuat, Indonesia kembali menunjukkan posisinya sebagai negara yang aktif menjaga stabilitas dan perdamaian dunia, sejalan dengan semangat politik luar negeri bebas aktif yang selama ini menjadi fondasi diplomasi nasional.
