BADUNG – Bali kembali membuktikan reputasinya sebagai salah satu destinasi sport tourism terbaik dunia dengan menjadi tuan rumah 22nd Asian Karate Federation (AKF) Senior Championships 2026 atau Kejuaraan Karate Asia Senior ke-22 yang berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Kuta Selatan, Kabupaten Badung.
Ajang bergengsi tingkat Asia yang berlangsung pada 19–21 Juni 2026 tersebut diikuti lebih dari 400 atlet karate elite dari 33 negara. Kejuaraan ini menjadi salah satu event olahraga internasional terbesar yang digelar di Indonesia tahun ini sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai pusat penyelenggaraan sport tourism kelas dunia.
Gubernur Bali, , secara resmi membuka kejuaraan tersebut. Pembukaan diawali dengan gala dinner yang mempertemukan para atlet, ofisial, delegasi internasional, serta jajaran pengurus federasi karate Asia.
Dalam sambutannya, Koster menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali untuk terus mendukung penyelenggaraan event olahraga internasional sebagai bagian dari strategi pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.
Menurutnya, Bali memiliki seluruh prasyarat untuk menjadi pusat sport tourism dunia, mulai dari infrastruktur yang memadai, konektivitas internasional, keamanan yang terjaga, hingga kekayaan budaya yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan dan peserta dari berbagai negara.
Wakil Presiden , Rashid Al Ali, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Provinsi Bali dalam menyukseskan kejuaraan tersebut.
“Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk menyambut seluruh peserta di Bali. Saya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali, Bapak Gubernur Bali, dan Pemerintah Indonesia atas dukungan luar biasa terhadap penyelenggaraan kejuaraan ini,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum , , menyatakan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia sebagai tuan rumah kejuaraan karate paling prestisius di kawasan Asia.
Menurut Hadi, karate tidak hanya mengajarkan prestasi, tetapi juga menjunjung tinggi nilai disiplin, kehormatan, persahabatan, dan fair play. Ia menilai Bali merupakan lokasi ideal karena menawarkan perpaduan antara fasilitas modern, budaya yang kaya, serta keindahan alam yang telah dikenal dunia.
Indonesia menurunkan 22 atlet terbaik untuk berlaga dalam kejuaraan ini, termasuk tiga karateka asal Bali yang mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat.
Salah satu atlet yang menjadi sorotan adalah , karateka andalan Indonesia yang akan bertanding pada nomor kumite putri kelas -55 kilogram. Atlet asal Bali tersebut diharapkan mampu memberikan prestasi terbaik di hadapan publik tuan rumah.
Kejuaraan Karate Asia Senior 2026 mempertandingkan 12 nomor individu, empat nomor beregu, serta kategori Para Karate. Sistem pertandingan menggunakan format gugur dan menjadi ajang penting dalam peta persaingan karate Asia menuju level dunia.
Menariknya, tiga tim terbaik pada kategori beregu akan otomatis mengamankan tiket menuju ajang Karate World Cup. Kehadiran 11 juara bertahan Asia yang kembali turun gelanggang di Nusa Dua juga membuat persaingan diprediksi berlangsung sangat ketat.
Lebih dari sekadar kompetisi olahraga, kejuaraan ini menjadi instrumen diplomasi internasional sekaligus penggerak ekonomi daerah. Kehadiran ratusan atlet, pelatih, ofisial, media internasional, dan pendukung dari berbagai negara diperkirakan memberikan dampak positif terhadap sektor perhotelan, transportasi, kuliner, UMKM, serta industri pariwisata Bali secara keseluruhan.
Kepercayaan Asia terhadap Bali sebagai tuan rumah menunjukkan bahwa Pulau Dewata telah berkembang menjadi lebih dari sekadar destinasi wisata. Bali kini menjelma sebagai panggung olahraga internasional yang mampu menggabungkan kompetisi kelas dunia dengan pengalaman budaya yang autentik.
Keberhasilan penyelenggaraan Kejuaraan Karate Asia Senior 2026 semakin memperkuat posisi Bali sebagai barometer sport tourism dunia. Dengan dukungan pemerintah, fasilitas berstandar internasional, dan pengalaman panjang menggelar berbagai event global, Bali dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi pusat penyelenggaraan olahraga internasional di kawasan Asia-Pasifik pada masa mendatang.
