JAKARTA – Kantor Staf Presiden (KSP) terus mengawal percepatan pembangunan MRT Jakarta Koridor Utara–Selatan Fase 2A yang menghubungkan Bundaran HI hingga Stasiun Kota. Proyek yang masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut kini mencatat progres pembangunan sekitar 60 persen dan ditargetkan menjadi tulang punggung transportasi publik modern di ibu kota.
Kepala Staf Kepresidenan, , meninjau langsung lokasi pembangunan pada Rabu (17/6/2026) guna memastikan berbagai kendala strategis yang sebelumnya menghambat pelaksanaan proyek telah berhasil diatasi.
Dalam kunjungan tersebut, Dudung didampingi jajaran manajemen MRT Jakarta serta kontraktor pelaksana proyek. Ia meninjau sejumlah titik pembangunan, termasuk konstruksi bawah tanah yang telah mencapai kedalaman sekitar 18 meter.
Menurut Dudung, kualitas pengerjaan proyek MRT Jakarta Fase 2A menunjukkan standar yang sangat baik dan mampu bersaing dengan proyek infrastruktur transportasi modern di negara-negara maju.
“Saya melihat langsung hingga kedalaman 18 meter. Pekerjaan ini dilakukan oleh putra-putra Indonesia dengan kualitas yang sangat baik dan mampu memenuhi standar internasional,” ujarnya.
MRT Jakarta Fase 2A merupakan kelanjutan dari jalur MRT yang saat ini telah beroperasi dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI. Pada tahap ini, jalur akan diperpanjang sekitar 5,8 kilometer menuju kawasan Kota Tua dengan tambahan tujuh stasiun baru.
Tujuh stasiun tersebut meliputi Stasiun Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota. Seluruh stasiun dirancang untuk meningkatkan konektivitas kawasan pusat bisnis, pemerintahan, perdagangan, hingga kawasan wisata sejarah di Jakarta.
KSP menilai pembangunan MRT Fase 2A memiliki peran strategis dalam mendukung transformasi sistem transportasi perkotaan yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan. Kehadiran jalur baru ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi sekaligus mengurangi kemacetan yang selama ini menjadi tantangan utama Jakarta.
Selain itu, proyek ini juga menjadi bagian penting dari upaya pemerintah membangun sistem transportasi publik yang terintegrasi dengan berbagai moda lainnya, seperti TransJakarta, LRT, KRL Commuter Line, dan jaringan transportasi massal lainnya.
KSP memastikan akan terus melakukan pengawalan dan koordinasi lintas sektor guna menjaga proyek tetap berjalan sesuai target waktu dan anggaran yang telah ditetapkan. Penyelesaian berbagai hambatan administratif maupun teknis dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pembangunan.
Dengan progres yang telah mencapai 60 persen, pemerintah optimistis operasional MRT hingga kawasan Monas dapat dimulai secara bertahap sebelum jalur diperpanjang hingga Stasiun Kota. Kehadiran jalur ini diyakini akan memberikan manfaat besar bagi mobilitas jutaan warga Jakarta dan kawasan sekitarnya.
Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A juga menjadi simbol kemampuan sumber daya manusia Indonesia dalam mengerjakan proyek infrastruktur berteknologi tinggi. Di tengah tantangan pembangunan bawah tanah di kawasan padat perkotaan, proyek ini menunjukkan kemajuan signifikan yang memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan transportasi massal modern.
Apabila seluruh tahapan dapat diselesaikan sesuai jadwal, MRT Jakarta Fase 2A akan menjadi salah satu pencapaian penting dalam mewujudkan sistem transportasi publik yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berstandar global, sekaligus mendukung visi Jakarta sebagai kota metropolitan modern yang kompetitif di tingkat internasional.
