JAMBI SMART – Rizkan Al Mubarrok selaku Ketua Aliansi Wartawan Nasional Indonesia Provinsi Jambi sekaligus Ketua Dewan Perwakilan AWNI Sumatera Raya menegaskan bahwa masa depan Jambi harus dipimpin oleh putra daerah terbaik yang memiliki integritas tinggi, bersih dari jejak korupsi, dan tidak tersandera kesalahan masa lalu ketika pernah menjabat.
Menurut Rizkan, masyarakat Jambi saat ini semakin cerdas dalam menilai kualitas kepemimpinan. Karena itu, rakyat tidak boleh lagi hanya terpukau oleh pencitraan politik atau janji-janji yang tidak terbukti dalam praktik pemerintahan.
“Jambi harus dipimpin oleh putra daerah terbaik yang benar-benar bersih dari jejak korupsi dan tidak tersandera kesalahan masa lalu ketika menjabat, sehingga bisa fokus dan lepas landas bekerja untuk rakyat,” tegas Rizkan.
Ia menilai, pemimpin yang masih dibayangi persoalan masa lalu berpotensi sulit mengambil langkah besar demi kepentingan masyarakat karena terbebani kepentingan tertentu dan tekanan politik.
Menurutnya, ukuran kepemimpinan sebenarnya sangat sederhana, yakni melihat bagaimana seseorang menjalankan amanah saat pernah diberi kepercayaan oleh rakyat.
“Kalau ketika diberi amanah justru hanya memperkaya diri, membangun lingkaran korupsi, dan menambah penderitaan rakyat, maka rakyat harus berani mengambil pelajaran dan tidak lagi memberikan kepercayaan yang sama,” ujarnya.
Rizkan menambahkan bahwa berbicara tentang perubahan dan keberpihakan kepada rakyat adalah hal yang mudah dilakukan siapa saja. Namun ujian sesungguhnya adalah menjaga integritas ketika kekuasaan berada di tangan.
Sebagai putra daerah Jambi, Rizkan juga menegaskan komitmennya mendukung pemerintahan yang bersih, efisien, dan benar-benar bekerja untuk kepentingan masyarakat.
Ia menyebut organisasi yang dipimpinnya hingga kini tetap menjaga independensi dan tidak bergantung pada dana hibah pemerintah daerah maupun bantuan Kominfo demi menjaga marwah perjuangan organisasi.
“Kita ingin Jambi melahirkan pemimpin yang loyal kepada rakyat, dermawan, berani, dan memiliki hati untuk masyarakat kecil. Karena masa depan daerah ini tidak boleh lagi dikorbankan oleh kepentingan pribadi dan lingkaran kekuasaan,” tutupnya.
