JAMBI SMART – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara terus meningkatkan kesiapan menghadapi dinamika perang modern melalui penguatan kemampuan operasi siber, peperangan elektronika, dan pengelolaan informasi strategis.
Langkah tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Latihan Operasi Pernika, Informasi, dan Cyber Warfare yang dibuka di Gor Ganeca Kodiklatau, Jakarta Timur, Senin (11/5/2026).
Wakil Komandan Kodiklatau Benny Arfan mewakili Komandan Kodiklatau T.B.H. Age Wiraksono membuka secara resmi latihan terpadu tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapan tempur TNI AU di era ancaman digital dan peperangan berbasis teknologi.
Latihan ini menjadi simulasi strategis yang dirancang untuk mendukung tugas TNI AU dalam menjaga keamanan wilayah udara nasional, menegakkan hukum, serta menghadapi ancaman di ruang siber dan spektrum elektromagnetik yang semakin kompleks.
Dalam amanat Komandan Kodiklatau yang dibacakan Wadankodiklatau, ditegaskan bahwa kemampuan perlawanan siber, operasi elektronika, dan pengendalian informasi harus terus diasah melalui latihan berkelanjutan.
“Kesiapan personel dalam bidang siber, elektronika, dan informasi harus terus ditingkatkan guna mendukung setiap operasi TNI AU secara optimal,” demikian amanat Komandan Kodiklatau.
Latihan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 Mei 2026 itu melibatkan berbagai unsur strategis di lingkungan TNI AU, mulai dari Intelijen, Siber, Penerangan, Komlek, Hukum, Psikologi, hingga Infolahta.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa TNI AU tidak hanya fokus pada modernisasi alutsista udara, tetapi juga membangun kekuatan pertahanan non-konvensional yang kini menjadi faktor penentu dalam peperangan modern.
Di tengah meningkatnya ancaman serangan siber global, perang informasi, hingga gangguan elektronik terhadap sistem pertahanan, penguatan kapasitas personel di bidang teknologi dan informasi menjadi kebutuhan strategis yang tidak bisa ditunda.
Melalui latihan terpadu ini, TNI AU berupaya memastikan seluruh personel memiliki kesiapan menghadapi berbagai bentuk ancaman multidimensi demi menjaga kedaulatan udara dan keamanan nasional Indonesia.
