JAMBI SMART – Keluhan peserta seleksi Manajer Koperasi Desa Merah Putih viral di media sosial setelah muncul dugaan gangguan sistem dalam proses tes kompetensi berbasis daring.
Dalam video yang beredar, seorang peserta mengungkapkan kekecewaannya terhadap sistem seleksi yang dinilai bermasalah dan tidak menguntungkan peserta.
“Aku baru selesai tes kompetensi koperasi desa. Jangan berharap banyak. Tapi gatau kenapa? Websitenya aneh banget,” ujar peserta tersebut dalam video yang viral di media sosial.
Ia mengaku menemukan dugaan ketidaksesuaian data jawaban yang tersimpan di sistem. Bahkan, menurut pengakuannya, pilihan jawaban yang sudah dipilih dan disimpan disebut berubah secara otomatis.
“Kita udah jawab, jawaban terasa benar, terus jawaban benar udah disimpen, tiba-tiba kursor keganti sama jawaban yang kita tidak pilih,” keluhnya.
Keluhan tersebut memicu sorotan publik terkait transparansi, akurasi, dan integritas sistem digital yang digunakan dalam proses seleksi kognitif Manajer Koperasi Desa Merah Putih.
Peserta juga mengaku kehilangan kepercayaan terhadap proses seleksi yang dijalankan secara daring tersebut.
“Jangan berharap banyak. Lakuin aja, pilih aja asal klik yang penting keisi. Karena kalaupun jawaban benar, sama sistemnya disalahin,” ungkapnya.
“I don’t know why? tapi I lost my trust. Aku udah ga percaya sama proses seleksinya,” tambahnya.
Hingga kini, para peserta masih menantikan klarifikasi resmi dari pihak penyelenggara terkait dugaan gangguan sistem dan validitas hasil seleksi yang berlangsung.
Viralnya keluhan tersebut juga memunculkan desakan agar penyelenggara melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem digital seleksi guna memastikan proses rekrutmen berjalan adil, transparan, dan akuntabel.
