Jambi Smart – Komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu terus diperkuat. Setibanya di tanah air, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya langsung menerima kunjungan Menteri Sosial Syaifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul di Kantor Sekretariat Kabinet, Sabtu (30/5/2026).
Pertemuan tersebut membahas langkah strategis percepatan pelaksanaan Program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak Indonesia.
Usai pertemuan, Menteri Sosial dijadwalkan melanjutkan perjalanan dinas ke Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk agenda kerja berikutnya yang berkaitan dengan program-program pemberdayaan sosial dan pendidikan masyarakat.
Dalam pembahasan tersebut, pemerintah mematangkan persiapan pembukaan Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran baru yang akan dimulai pada Juli 2026. Program ini ditargetkan mampu menjangkau lebih dari 45 ribu anak dari keluarga kurang mampu, anak putus sekolah, hingga anak-anak yang selama ini belum pernah memperoleh akses pendidikan formal.
Tidak hanya menyediakan layanan pendidikan, Sekolah Rakyat juga dirancang untuk memberikan fasilitas penginapan, layanan kesehatan, serta kehidupan yang layak bagi para peserta didik sehingga mereka dapat belajar dengan nyaman dan fokus membangun masa depan yang lebih baik.
Selain itu, pemerintah juga membahas rencana penyekolahan 1.000 anak kurang mampu, anak tidak bersekolah, serta anak jalanan di wilayah Jakarta melalui 10 Sekolah Rakyat yang telah dipersiapkan. Sejumlah sekolah tersebut sebelumnya telah ditinjau langsung guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana sebelum operasional dimulai.
Program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Pemerintah meyakini bahwa pendidikan menjadi instrumen utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menciptakan peluang kehidupan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Presiden Prabowo Subianto secara khusus menaruh perhatian besar terhadap program ini. Kepala Negara menginginkan seluruh anak Indonesia, tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun sosial, memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas dengan fasilitas yang layak dan nyaman.
Melalui program tersebut, pemerintah berharap setiap anak Indonesia dapat memperoleh bekal pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang kuat untuk menghadapi tantangan masa depan serta meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari visi besar pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045, dengan memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal dalam memperoleh hak dasar pendidikan.
Sumber: Sekretariat Kabinet RI
