JAMBI SMART – Forum para Menteri Ekonomi ASEAN tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama kawasan di tengah tantangan global yang terus berkembang.
Dalam pertemuan itu, ASEAN disebut menunjukkan ketahanan ekonomi yang kuat dengan pertumbuhan mencapai 4,9 persen pada tahun 2025, melampaui berbagai proyeksi awal.
Capaian tersebut dinilai mencerminkan fondasi ekonomi kawasan Asia Tenggara yang tetap solid dan adaptif di tengah dinamika ekonomi global.
Sejumlah agenda strategis turut dibahas dalam forum tersebut, mulai dari kondisi ekonomi global, transformasi digital, penguatan perdagangan dan investasi, pengembangan UMKM, hingga pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
ASEAN juga terus mendorong penyelesaian ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) yang ditargetkan ditandatangani pada ASEAN Summit November 2026.
Implementasi DEFA diyakini akan memperkuat integrasi ekonomi digital ASEAN sekaligus meningkatkan nilai ekonomi digital kawasan hingga mencapai USD 2 triliun pada tahun 2030.
Dengan mengusung tema Keketuaan ASEAN Filipina 2026, “Navigating Our Future Together”, negara-negara ASEAN berkomitmen menjaga persatuan kawasan, memperkuat kolaborasi ekonomi, serta memastikan pertumbuhan yang kuat, inklusif, dan berdaya saing di masa depan.
Forum AEC Council sendiri menjadi salah satu pilar utama dalam memperkuat integrasi ekonomi ASEAN di tengah persaingan global dan percepatan transformasi digital dunia.
