JAMBI SMART — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya menjaga solidaritas dan persatuan negara-negara ASEAN di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri sesi pleno KTT ke-48 ASEAN di Cebu.
Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo menekankan bahwa ASEAN harus tetap menjadi penopang stabilitas kawasan melalui penguatan kerja sama, dialog, dan kolaborasi antarnegara anggota.
Menurut Presiden, konflik dan persaingan geopolitik global hanya akan membawa dampak negatif terhadap masyarakat serta menghambat pembangunan kawasan Asia Tenggara.
“ASEAN perlu terus mengutamakan dialog dan kerja sama sebagai dasar utama dalam membangun hubungan antarnegara,” ujar Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut.
Kepala Negara juga mengingatkan agar ASEAN tetap menjaga independensi dan tidak terjebak dalam rivalitas kekuatan besar dunia yang berpotensi memecah persatuan kawasan.
“Kita tidak boleh terbawa arus persaingan geopolitik dan kepentingan sesaat yang dapat mengganggu persatuan ASEAN,” tegas Presiden.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengajak seluruh negara anggota ASEAN memperkuat budaya damai, saling percaya, dan semangat kolaborasi di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Menurutnya, ASEAN harus mampu menjadi contoh kawasan yang aman, harmonis, dan konsisten menjunjung tinggi perdamaian dunia.
Sikap Indonesia tersebut dinilai mencerminkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas regional sekaligus memperkuat posisi ASEAN sebagai kawasan strategis yang independen di tengah perubahan geopolitik global.
