JAMBI SMART – Pemerintah terus memperkuat peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan akses pembiayaan, peningkatan literasi keuangan, hingga akselerasi transformasi digital.
Hal tersebut disampaikan dalam agenda “Diseminasi Program Mastercard Strive Indonesia” yang menyoroti pentingnya membangun UMKM yang tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga tangguh, adaptif, dan berdaya saing di era digital.
Dalam sambutannya, ditegaskan bahwa inklusi keuangan semata tidak cukup untuk memperkuat UMKM nasional. Para pelaku usaha juga harus dibekali kemampuan memahami risiko usaha, pengelolaan keuangan, serta literasi digital agar mampu memanfaatkan peluang ekonomi secara optimal dan berkelanjutan.
Kolaborasi antara Mastercard Indonesia dan Mercy Corps Indonesia disebut telah menjangkau lebih dari 550 ribu pelaku usaha, melampaui target awal program.
Capaian tersebut dinilai menjadi bukti bahwa sinergi konkret antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pembangunan mampu memperluas akses layanan keuangan sekaligus meningkatkan kapasitas UMKM di berbagai daerah.
Di sisi pembiayaan, pemerintah juga terus memperkuat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan target mencapai Rp279 triliun sebagai upaya menjaga keberlangsungan dan pertumbuhan sektor usaha rakyat.
Tak hanya itu, pemerintah turut mendorong skema pembiayaan sektoral untuk mendukung sektor perumahan, industri padat karya, pertanian, hingga ketahanan pangan nasional.
Penguatan ekosistem keuangan nasional juga terus dilakukan melalui peningkatan literasi keuangan, digitalisasi sistem pembayaran, serta pengembangan inovasi investasi yang lebih inklusif dan mudah diakses masyarakat.
Pemerintah berharap pembelajaran dari program-program penguatan UMKM tersebut tidak berhenti pada tahap dokumentasi semata, melainkan dapat direplikasi secara lebih luas di berbagai wilayah Indonesia.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan sektor swasta, UMKM Indonesia diharapkan mampu menjadi kekuatan utama ekonomi nasional yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi global yang terus berkembang.
