JAMBI SMART – Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menegaskan bahwa tudingan yang dilontarkan Amien Rais terhadap Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya merupakan fitnah.
Dalam pernyataannya, Dudung mengajak seluruh pihak untuk menghentikan konflik, prasangka, dan saling menyerang di ruang publik.
“Mari kita sama-sama, tidak ada lagi permusuhan, tidak ada lagi saling curiga, saling memfitnah,” ujar Dudung.
Ia juga membela Teddy Indra Wijaya dan menilai tuduhan yang diarahkan kepada Seskab tidak memiliki dasar yang benar.
“Saya tahu persis bagaimana Teddy, adik saya itu, sopan banget dia. Hormat sama saya juga. Kalau ada tuduhan-tuduhan itu, kan fitnah,” tegasnya.
Selain itu, Dudung turut menyinggung adanya pihak yang dianggap dekat dengan agama namun dinilai mengeluarkan pernyataan provokatif yang berpotensi memecah belah masyarakat.
Menurut Dudung, rakyat Indonesia tidak boleh mudah terpengaruh isu-isu yang dapat mengganggu persatuan nasional. Ia menekankan bahwa Pancasila harus menjadi perekat bangsa sekaligus benteng menghadapi hoaks dan provokasi.
Terkait hubungan dengan Rizieq Shihab, Dudung menegaskan tidak ada persoalan pribadi di antara mereka. Ia juga menjelaskan bahwa penertiban baliho Front Pembela Islam (FPI) pada masa lalu dilakukan karena organisasi tersebut telah dibekukan dan melibatkan berbagai institusi negara, termasuk , , Kementerian Dalam Negeri, serta Menko Polhukam.
Dudung turut menepis anggapan yang mengaitkan dirinya dengan pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto mengenai istilah “Kabur ke Yaman”.
Di akhir pernyataannya, Dudung berharap seluruh tokoh bangsa dapat menjaga keteduhan dan tidak memprovokasi masyarakat.
“Jaga mata, jaga hati, dan jaga mulut,” pesannya.
