JAMBI SMART – Pemerintah Provinsi Bengkulu berencana mengusulkan pemindahan makam Fatmawati Soekarno dari Jakarta ke tanah kelahirannya di Bengkulu. Rencana tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Kantor Gubernur Bengkulu, Rabu (6/5/2026).
Dalam keterangannya, Khairil Anwar menyebut usulan tersebut merupakan arahan langsung dari gubernur sebagai bagian dari upaya membangun kawasan sejarah dan wisata terpadu di Bengkulu.
“Ses uai arahan bapak gubernur, kami mengusulkan agar makam Ibu Fatmawati dapat dipindahkan ke Bengkulu, tanah kelahiran beliau,” ujar Khairil dalam rilis resmi pemerintah daerah.
Rencananya, makam Fatmawati akan ditempatkan di kawasan Taman Remaja yang akan direvitalisasi menjadi pusat terpadu. Kawasan tersebut nantinya tidak hanya menjadi destinasi wisata sejarah, tetapi juga dilengkapi pembangunan masjid, jogging track, hingga sentra UMKM untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Usulan pemindahan makam itu disebut akan disampaikan kepada pihak keluarga serta kementerian terkait, termasuk Kementerian Sosial, sebelum keputusan lebih lanjut diambil.
Wacana tersebut langsung memunculkan perhatian publik mengingat Fatmawati merupakan sosok penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Selain dikenal sebagai Ibu Negara pertama Republik Indonesia, Fatmawati juga tercatat dalam sejarah sebagai penjahit Sang Saka Merah Putih yang dikibarkan saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Sejumlah kalangan menilai keinginan Bengkulu untuk menghadirkan kembali tokoh nasional kelahirannya merupakan hal yang wajar sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah daerah. Namun demikian, proses pemindahan makam dinilai harus dilakukan secara hati-hati dan mengedepankan penghormatan terhadap keluarga serta nilai sejarah nasional.
Pengamat sosial dan budaya menilai keputusan terkait makam tokoh nasional tidak dapat dipandang semata-mata dari aspek pembangunan kawasan wisata atau kepentingan daerah. Persetujuan keluarga besar dan penghormatan terhadap nilai perjuangan tokoh dinilai menjadi faktor utama yang harus diutamakan.
Selain itu, sejumlah pihak juga mengusulkan agar penghormatan terhadap Fatmawati dapat diwujudkan melalui pembangunan pusat sejarah, museum perjuangan, hingga kawasan edukasi nasional di Bengkulu tanpa harus terburu-buru memindahkan makam beliau.
Hingga kini belum ada keputusan resmi dari pihak keluarga terkait usulan tersebut. Pemerintah Provinsi Bengkulu disebut masih akan melakukan komunikasi lanjutan dengan seluruh pihak terkait sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
