JAMBI SMART – Google Cloud meluncurkan program akselerasi kecerdasan buatan (AI) khusus bagi startup Indonesia melalui Google for Startups Accelerator, dengan memberikan akses teknologi AI generasi terbaru tanpa mengambil kepemilikan saham atau ekuitas perusahaan.
Program ini dirancang untuk mempercepat pertumbuhan startup di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, dengan menyediakan dukungan teknologi, pelatihan, serta pendampingan bagi perusahaan rintisan yang mengembangkan solusi berbasis AI.
Melalui program tersebut, startup terpilih akan memperoleh akses ke teknologi full-stack AI, termasuk Tensor Processing Units (TPUs), Agentic Data Cloud, dan Gemini Enterprise Agent Platform.
Selain dukungan infrastruktur, Google Cloud juga menyediakan kredit cloud hingga US$350 ribu yang dapat digunakan untuk kebutuhan pengembangan, pelatihan, serta penyempurnaan agen AI.
25 Startup Indonesia Akan Dipilih
Program akselerasi ini membuka kesempatan bagi startup Indonesia untuk mengikuti rangkaian pembinaan selama tiga bulan.
Sebanyak 25 startup terpilih akan mendapatkan akses ke bootcamp, pendampingan teknis, serta mentoring dari para ahli teknologi Google.
Peserta juga akan memperoleh dukungan lintas produk Google, termasuk ekosistem Android, Ads, Pay, dan Play untuk membantu pengembangan bisnis digital.
Program ini juga memberikan akses awal terhadap perkembangan model AI terbaru, termasuk teknologi Gemini.
Kolaborasi Perkuat Ekosistem Digital Indonesia
Google Cloud menjalankan program ini melalui kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Indonesia.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem digital nasional dengan mendorong lahirnya startup berbasis teknologi tinggi yang mampu bersaing secara global.
Berbeda dengan sebagian program pendanaan startup yang melibatkan kepemilikan saham, program ini menggunakan skema tanpa ekuitas sehingga startup tetap mempertahankan kendali penuh terhadap bisnisnya.
Peluang Baru bagi Startup AI
Kehadiran program akselerasi AI ini dinilai menjadi peluang penting bagi perusahaan rintisan Indonesia yang sedang mengembangkan teknologi kecerdasan buatan.
Dukungan akses komputasi, kredit cloud, dan pendampingan teknologi dapat membantu startup mengurangi hambatan dalam proses inovasi.
Acara puncak program direncanakan berlangsung di Singapura sebagai bagian dari penguatan jaringan startup tingkat Asia Tenggara.
Dengan meningkatnya dukungan terhadap teknologi AI, startup Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk menciptakan inovasi digital yang mampu bersaing di pasar internasional.
