Jambi Smart — Warga Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, dibuat resah oleh kemunculan harimau sumatera yang dilaporkan telah memangsa puluhan ternak milik warga di wilayah Desa Kuto Tanjung, Kecamatan Ulu Rawas.
Sejak April 2026 hingga terakhir terpantau pada Rabu (20/5/2026), sedikitnya 17 ekor kerbau dilaporkan menjadi korban serangan satwa liar tersebut. Dari jumlah itu, 13 ekor kerbau milik warga Desa Kuto Tanjung dan 4 ekor lainnya milik warga Desa Napalicin.
Harimau Sumatera yang diduga berkeliaran di sekitar area perkebunan membuat masyarakat semakin khawatir untuk beraktivitas di kebun. Warga mengaku memilih mengurangi kegiatan di area hutan demi menghindari risiko serangan lanjutan.
Salah satu warga Desa Kuto Tanjung, Fauzi, mengatakan bahwa kemunculan harimau tersebut sudah cukup sering terjadi dan semakin mendekati area perkebunan warga, sehingga menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.
“Kami jadi takut ke kebun karena harimau sering muncul. Ternak juga sudah banyak yang dimangsa,” ujarnya.
Pihak warga mengimbau agar masyarakat lebih waspada dan berhati-hati saat beraktivitas, serta tidak melepas ternak terlalu jauh ke area hutan yang diduga menjadi jalur lintasan satwa liar tersebut.
Peristiwa ini menambah daftar konflik antara manusia dan satwa liar di wilayah Sumatera, yang selama ini kerap terjadi akibat semakin menyempitnya habitat alami satwa dilindungi.
